image
Kobe Bryant, Ikon NBA Meninggal karena Kecelakaan

27 January 2020 675 Viewed

Legenda bola basket Kobe Bryant tewas dalam kecelakaan helikopter di Calabasas, California, Amerika Serikat, Minggu (26/1) pagi waktu setempat.  Kobe Bryant bersama putrinya, Gianna Maria Onore, yang berusia 13 tahun termasuk ke dalam delapan penumpang beserta satu pilot yang berada dalam helikopter Sikorsky S-76. Mantan pemain La Lakers itu menggunakan helikopter tersebut guna menuju Mamba Academy dekat Thousand Oak, California, untuk berlatih basket.

Dalam sejumlah laporan, di dalam helikopter tersebut juga terdapat pelatih basket Orange Coast College, John Altobelli. Termasuk juga putri John Altobelli, Alyssa Altobelli, dan istrinya, Keri Altobelli. Sebelum kecelakaan, helikopter terbakar. Saksi mata menyebut sempat mendengar mesin helikopter mengeluarkan bunyi sebelum turun.

Kantor LA County Sheriff memberikan laporan terbaru dengan menyebut sembilan orang meninggal dalam insiden itu, seorang pilot dan delapan penumpang. Tidak ada yang selamat dalam peristiwa nahas tersebut.

Karier Kobe Bryant

Pada usia 17 tahun, Bryant masuk ke aftar draft NBA. Bryant membuat langkah besar karena langsung memutuskan masuk NBA tanpa jalur NCAA yang umum biasa dilakukan pebasket di Amerika Serikat. Di musim keduanya, ia sudah mampu mencatat 15,4 poin per gim. Lakers yang tak bisa berbicara banyak di era kejayaan Jordan dan Bulls pun kemudian menjelma jadi tim yang paling siap menjadi penguasa NBA setelah era Bulls berakhir.

Dengan kolaborasi bersama Shaquille O'Neal yang juga datang ke Lakers di musim 1996/1997, Lakers menjelma jadi tim kuat. Bukti nyata kehebatan duet Bryant-O'Neal adalah three-peat alias tiga gelar beruntun yang didapat Lakers dari musim 1999/2000, 2000/2001, dan 2001/2002. Bryant yang pada awalnya dianggap sebagai suksesor Jordan akhirnya bisa dikenal dengan nama besarnya sendiri tanpa embel-embel sebagai 'Jordan berikutnya'.

Setelah duet Bryant-O'Neal pecah, Bryant sempat dianggap tidak akan mampu lagi membawa Lakers juara. Gelar juara yang didapat Lakers sebelumnya dianggap lebih karena faktor kehadiran O'Neal. Bryant sukses membungkam kritik tersebut dengan catatan dua gelar beruntun di musim 2008/2009 dan 2009/2010. Dalam dua musim tersebut, Bryant berhasil memimpin Lakers mengalahkan Orlando Magic dan Boston Celtics.

Bryant adalah ikon NBA di era 2000-an. Ia adalah sosok yang kemudian jadi panutan banyak pemain-pemain muda di NBA. Bryant total meraih lima gelar NBA, dua MVP final NBA, satu MVP NBA, dan masuk dalam 18 kali NBA All Star Game plus empat raihan MVP NBA All Star Game.






sumber, cnnindonesia.com

TAGS:

Terhubung dengan kami

@963MedanFM
Get it on Google Play

Hubungi kami

Telepon+6261 6622 628 (Kantor)
+6261 6612 986 (Studio)
Mobile, Whatsapp, Line+62819 88 9630
LokasiJl. Pembangunan I No. 6
Krakatau, Medan - 20238